Tampilkan postingan dengan label dari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dari. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 September 2014

Bocah Ini Mengaku Dari Planet Mars

Belum lama ini, pesawat penjelajah antariksa Amerika dan Eropa secara berturut-turut berhasil mendarat di Mars, tujuannya adalah hendak mencari tanda-tanda kehidupan di planet itu.

Menurut laporan Truth Report Rusia pada tanggal 12 Maret 2004, disebutkan bahwa seorang anak lelaki berusia 7 tahun di kawasan utara Rusia mengaku dirinya berasal dari Mars, bahkan memiliki bakat bawaan yang menakjubkan dan kepandaian yang luar biasa. Borischa, demikian nama bocah dari planet lain itu melakukan perjalanan yang jauh dan sulit hingga tiba di kawasan yang penuh dengan misteri itu.

Harian itu melaporkan, bahwa seorang saksi mata mengatakan, saat itu di suatu malam yang hening, orang-orang yang berkemah duduk di hadapan api unggun berbincang-bincang. Tiba-tiba, Borischa berdiri membungkukkan badan, dengan suara nyaring membangkitkan perhatian setiap orang, semua orang dengan perasaan tertarik memandanginya. Saksi mata mengatakan: “Ternyata, ia bermaksud memberitahu kepada mereka tentang kehidupan penduduk di planet Mars, serta pengalaman legendaris mereka terbang menuju bumi.” Dalam sekejap itu, lokasi api unggun tenggelam dalam kesunyian.

Dan yang lebih fantastis lagi adalah, bocah laki-laki ini bahkan secara hidup menceritakan tentang daratan misterius Limoliya yang tenggelam di dasar laut dalam legenda kuno manusia. Dan menurut penuturan bocah laki-laki ini, ketika ia tiba di bumi dari planet Mars persis mendarat di sana, dan memahami sekali kehidupan di sana.

Banyak orang secara mengejutkan menemukan, bahwa bocah laki-laki misterius ini sedikitnya memiliki 2 ciri khas. Pertama, Borischa memiliki pengetahuan yang luar biasa, inteligensinya jelas lebih tinggi levelnya daripada seorang bocah biasa sebayanya. Limoliya adalah negeri misterius dalam legenda minimal 800 ribu tahun silam, jangankan anak-anak, bahkan profesor universitas pun mustahil semuanya bisa tahu, dan ia secara terperinci dan dengan paham sekali menceritakan sejarah, kebudayaan dan penduduk negeri yang kuno ini. Dan ciri khas kedua yang menimbulkan perhatian adalah, bocah laki-laki ini memiliki kemampuan penyampaian dengan bahasa yang membuat orang kagum. Ia menguasai berbagai macam istilah kejuruan, memahami data-data dengan tepat dan cermat, bahkan mengetahui secara jelas tentang sejarah bumi dan planet Mars.

Seorang saksi mata mengatakan, “Manurut saya, ketika bocah ini membicarakan memori pribadi dari kehidupan terdahulu pada kami, bukan bicara sembarangan dan tidak berdasar.”

Menurut laporan, Borischa yang misterius lahir di sebuah rumah sakit di pedesaan terpencil di kota kecil Rusia pada tanggal 11 Januari 1996. Secara permukaan terlihat orang tuanya cukup bersahaja, lugu dan baik hati. Ibunya, Nadezhda adalah orang baik, seorang dokter kulit di sebuah rumah sakit umum. Sedangkan ayah sang bocah adalah seorang pensiunan perwira tentara.

Nadezhda mengenang, setelah 15 hari kelahiran, Borischa sudah bisa menengadahkan kepalanya. Namun, yang menakjubkan adalah ketika ia berusia 1,5 tahun sudah bisa membaca dan memahami judul berita yang ada di koran. Dan 2 tahun kemudian, Borischa memiliki daya ingat yang luar biasa, serta kemampuan menguasai pengetahuan baru yang sulit dipercaya. Kemudian, dengan cepat orang tuanya mengetahui, bahwa anak mereka dengan suatu cara yang unik –dari suatu tempat yang misterius– mendapatkan informasi.

Nadezhda mengenang kembali dan mengatakan: “Tidak pernah ada orang yang mengajarinya tentang hal-hal itu, namun kadang kala ia melipat kaki dan duduk menyilang, bicara dengan tenang dan penuh keyakinan akan hal-hal yang merawak rambang. Ia suka bicara tentang planet Mars, sistem planet, dan peradaban yang sangat jauh sekali. Kami benar-benar tidak berani percaya dengan pendengaran kami. Sejak usia 2 tahun, setiap hari ia seperti membaca kitab suci membicarakan tentang alam semesta, dan kisah dunia lainnya yang tak terhitung banyaknya juga tentang angkasa yang tiada batasnya.”

Sejak saat itulah, Borischa terus berkata pada orang tuanya, bahwa dulu ia tinggal di planet Mars. Ketika itu, ada sejenis manusia tinggal di planet Mars, oleh karena terjadi sebuah bencana dahsyat yang mematikan, lapisan atmosfer di atas planet Mars lenyap total, sehingga penduduk di atas planet Mars itu terpaksa harus hidup di kota bawah tanah. Dan sejak itu, ia sering keluar berdagang dan berkunjung ke bumi dengan tujuan mengadakan penelitian, lagi pula ia hanya seorang diri mengendarai pesawat antariksa.

Menurut penuturan Borischa, bahwa semua ini terjadi pada masa makmur peradaban Limoliya. Waktu itu, ia memiliki seorang sahabat karib di Limoliya, namun temannya ini tewas di hadapannya. Borischa mengenang kembali dan mengatakan: “Waktu itu, di atas bumi telah terjadi suatu bencana dahsyat, sebuah daratan yang mahabesar bagaikan ditelan oleh hujan badai laut. Tiba-tiba, sebuah batu raksasa menghantam sebuah bangunan, dan secara kebetulan teman saya berada di sana, saya sama sekali tidak sempat menyelamatkannya.” Dengan hidup bocah laki-laki ini menceritakan seluruh pemandangan hilangnya Limoliya, bagaikan baru terjadi kemarin.

Borischa mengatakan, bahwa pesawat ulang-alik mereka, hampir dalam sekejap telah rampung dalam suatu perjalanan sejak tinggal landas dari planet Mars hingga mendarat di bumi. Bersama itu, ia mengeluarkan sebatang kapur tulis dan melukis sebuah benda yang berbentuk bulat di atas papan tulis. Ia mengatakan: “Pesawat ruang angkasa kami dibentuk dari 6 lapisan, lapisan luar mendominasi 25%, dibuat dari metal yang kokoh. Lapisan ke-2 mendominasi 30%, dibuat dari bahan yang menyerupai karet. Lapisan ke-3 mendominasi 30%, juga terbuat dari metalc dan lapisan terakhir hanya mendominasi 4%, dibuat dari bahan magnetisme khusus. Jika kami mengisi penuh energi pada lapisan magnetisme ini, maka pesawat ruang angkasa bisa terbang menuju ke mana pun di alam semesta ini.”

Dengan agak serius Borischa juga memrediksi dan mengatakan, bahwa pada tahun 2009 akan terjadi bencana besar yang pertama kalinya di sebuah daratan di atas bumi, dan bencana kedua kalinya yang lebih menghancurkan lagi akan terjadi pada tahun 2013.



Sumber : http://www.serupedia.com/2013/04/bocah-ini-mengaku-dari-planet-mars.html

Senin, 10 Februari 2014

Miniatur Keren Dari Bahan Makanan

Miniatur Keren Dari Bahan Makanan - Sebuah karya seni kembali tercipta dan kini "korban" dari keunikan seni tersebut adalah miniatur dari bahan makanan. Dari bahan makanan yang sederhana dapat dibuat menjadi sebuah miniatur keren tampak asli. Ini dia beberapa fotonya.








Rabu, 25 Desember 2013

Dari Punk Metal Berhijrah Peluk Islam


Dari Punk Metal Berhijrah Peluk Islam
Beliau adalah seorang yang terpelajar, graduan Universiti, tetapi banyak perasaan marah terhadap kerajaan England, marah terhadap orang sekeliling dan disebabkan perasaan marah tu, beliau menjadi pemuzik ‘Punk Rock’ dan beliau sendiri mengaku beliau semasa zaman jahilnya, adalah seperti Iblis, begitu hina beliau rasa semasa beliau jahil kerana cara kehidupan beliau. Rakaman ini, sebenarnya membuatkan kita rasa sangat malu dengan diri sendiri. Malu dengan brother Abdul Malik (walaupun tak pernah berjumpa).
Kenapa kita patut malu? Sebab kita dilahirkan Islam, dilahirkan di dalam keluarga Islam; agama yang SEBENAR-BENAR AGAMA. Akan tetapi apabila nak belajar tentang bab ilmu agama, kita ambil sambil lewa. Bukan tidak dihantar belajar agama, akan tetapi, tidak ada rasa ‘nikmat’ dan ‘manis’ dalam agama sendiri. Masa kecik, kita solat sebab takut dipukul, mengaji sebab mak/ayah paksa kita mengaji. Seolah-olah tidak diberi penerangan KENAPA kita mesti mengaji, KENAPA manisnya beribadah, KENAPA kita patut bersyukur dilahirkan sebagai orang Islam. Bila diberi penerangan tentang dosa dan pahala, tidak dapat digambarkan ngerinya neraka dan indahnya syurga.
Brother Abdul Malik kata di dalam rakaman di atas, “There’s only ‘revert’ in Islam, there’s no room for convert”.
Kenapa beliau cakap macam tu? Revert bermaksud berbalik. Convert bermaksud mengubah. Jadi pada beliau, oleh kerana Islam adalah agama yang sebenar, semua yang bukan beragama Islam sepatutnya BERBALIK kepada Islam.
Kalau yang diluar agama dia berkata supaya BERBALIK, apa lagi kita yang memang sudah Islam? Bila masa kita nak ‘berbalik’ ke Al-Quran dan Sunnah?
10 malam terakhir Ramadhan kali ini, jangan sia-siakan. Kejarlah Lailatul Qadar seolah-olah ini adalah Ramadhan terakhir mu wahai sahabat. – Informasi Dot My


Kamis, 19 Desember 2013

Bayi dicampak dari tingkat 9

myMetro


SHARJAH: Seorang bayi lelaki yang terselamat selepas dibuang menerusi saluran sampah dari tingkat sembilan sebuah rumah pangsa di kawasan Al-Taawun mungkin diserahkan kepada kedutaan Filipina di Emiriah Arab Bersatu (UAE).
Bayi itu kini di bawah penjagaan pusat khidmat sosial di Sharjah selepas dirawat selama 40 hari di Hospital Al-Qasimi.

Satu sumber di pusat berkenaan berkata, kes bayi itu berbeza dengan yang lain kerana ibunya diketahui. Kerana itu, ia tidak boleh dikendalikan seperti bayi lain yang ibu bapanya tidak dikenali.


“Kami sudah menerima bayi itu sebelum ini dan kami akan menjaganya sehingga mahkamah memutuskan sama ada akan menyerahkan kepada ibunya.

“Jika tidak, bayi itu akan diserahkan kepada kedutaan Filipina di UAE,” kata sumber itu. Pengarah Hospital Al-Qasimi, Dr Arif Al Noryani memberitahu Gulf News sebelum ini, bayi berkenan berada dalam keadaan stabil selepas dimasukkan ke unit rawatan rapi setelah ditemui dalam tong sampah pada hujung April lalu.


Menurutnya, bayi itu mengalami keretakan pada tengkorak dan pendarahan dalaman. Si ibu yang dipercayai cuba membunuh bayinya itu kini ditahan oleh pihak berkuasa. - GN



 

Senin, 16 Desember 2013

Gambar Uang 1000 Rupiah dari Zaman Dulu Hingga Sekarang

Tak disangka, ternyata pecahan 1000 rupiah ini punya banyak sekali desain dari tahun ketahun. pertama ada dari tahun 1952 hingga sekarang masih kita pakai. Mata uang pertama yang dimiliki Republik Indonesia setelah merdeka adalah Oeang Republik Indonesia atau ORI. Pemerintah memandang perlu untuk mengeluarkan uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah tapi juga sebagai lambang utama negara merdeka. Sampai sekarang mata uang Indonesia sudah terdiri dari bermacam-macam bentuk dan jenisnya.Mata uangnya pun sering mengalami perubahan dan pergantian. Uang seribu rupiah pun juga sudah mengalami perubahan dan pergantian berulang kali dari tahun ke tahun. Berikut model dan desain mata uang Indonesia dari tahun 1952 sampai 2009 :

Uang Rp 1000,00 Tahun 1952
Uang Rp 1000,00 Tahun 1952

Uang Rp 1000,00 Tahun 1958
Uang Rp 1000,00 Tahun 1958

Uang Rp 1000,00 Tahun 1959
Uang Rp 1000,00 Tahun 1959

Uang Rp 1000,00 Tahun 1960
Uang Rp 1000,00 Tahun 1960
 
Uang Rp 1000,00 Tahun 1968
Uang Rp 1000,00 Tahun 1968

Uang Rp 1000,00 Tahun 1975
Uang Rp 1000,00 Tahun 1975

Uang Rp 1000,00 Tahun 1980
Uang Rp 1000,00 Tahun 1980

 Uang Rp 1000,00 Tahun 1987
Uang Rp 1000,00 Tahun 1987

Uang Rp 1000,00 Tahun 1992
Uang Rp 1000,00 Tahun 1992

Uang Rp 1000,00 Tahun 2000-Sekarang (2013)
Uang Rp 1000,00 Tahun 2000-Sekarang (2013)
 

Senin, 02 Desember 2013

Pelajaran Hidup Dari Seorang Tukang Es Tebu Yang Meninggalkan Harta Berlimpah Demi Ketenangan Hati



Tak banyak orang seperti Tubagus Muhammad Ismail. Ketika yang lain sulit mencari kerja, dia malah meninggalkan pekerjaan dengan gaji Rp 10 juta per bulan. Ismail lebih memilih berjualan es tebu keliling dan sales parfum murah.

ROMBONG es tebu itu dikerumuni ibu-ibu muda ketika melintas di kawasan Wage, Sidoarjo. Tawa riang dan canda mereka berbaur dengan suara anak-anak yang berebut membeli. Susana itu hampir terjadi tiap hari pukul 15.00-17.00.

Itulah rutinitas Tubagus Muhammad Ismail menjajakan es tebunya di kawasan tersebut. Pria 39 tahun itu berbeda dari penjual es tebu lain. Penampilannya rapi, bersih, pakaian necis, dan wangi. Dengan tinggi badan sekitar 170 cm, kulit putih, paras tampan, pria berdarah Banten-Sunda-Padang itu jauh dari mainstream penjual es tebu keliling.

Karena itu, tak heran Ismail merupakan tukang tebu favorit -setidaknya- di kawasan Wage. Seorang warga perumahan bahkan menjuluki Ismail sebagai tukang tebu terganteng se-Asia Tenggara.

Ada cerita, pernah seorang ibu yang naik sepeda terjebur got gara-gara meleng melihat Ismail nggenjot rombong tebunya. Tapi, saya tak tahu cerita persisnya seperti apa. Saya hanya diberi tahu tetangga saya, kata Ismail lalu tersenyum.

Pria ramah itu tak hanya punya nilai lebih dari segi fisik, tapi juga idealisme. Karena idealisme itulah dia memilih mundur dari pekerjaannya sebagai legal staff di sebuah perusahaan rokok besar di Surabaya. Padahal, di tempat tersebut, dia punya gaji cukup besar, Rp 10 juta per bulan.

Sementara hasil jualan es tebu keliling itu, paling banter dia dapat Rp 1,5 juta per bulan. Ini pendapat saya pribadi, bukan bermaksud memojokkan siapa-siapa, katanya. Saya merasa bahwa rokok adalah sesuatu yang mudharat-nya jauh lebih besar daripada manfaatnya. Itulah yang membuat saya bimbang, saya bekerja di industri yang seperti itu, lanjut bapak satu anak tersebut. Makanya, saya lebih bahagia sekarang, meski pendapatan pas-pasan. Kedamaian hati, itu yang paling penting, sambungnya.

Ismail kemudian menuturkan kisahnya. Ketika kuliah, saya sudah bekerja di perusahaan advertising, anak perusahaan rokok itu, katanya. Itu terjadi pada 1991 saat kuliahnya di Fakultas Hukum Untag memasuki tahap akhir. Setahun kemudian, dia dipindahkan ke induknya, bagian legal department. Waktu pindah, saya belum lulus, paparnya.

Ismail baru lulus setahun kemudian. Kelulusan itu mendongkrak eselon dan gajinya di perusahaan tersebut. Konditenya selalu baik. Pelan-pelan gajinya naik. Karena tempatnya bekerja merupakan salah satu perusahaan dengan rate gaji tertinggi di Surabaya, Ismail hidup berkecukupan.

Hidupnya mapan, tinggal di rumah tipe 45 di Griyo Wage Asri. Hingga saya resign pada 2007, gaji saya Rp 10 juta. Itu belum termasuk bonus dan tunjangan lain, kenangnya.

Meski gajinya besar, dia selalu gelisah. Puncaknya terjadi pada 2005. Saya merasa industri tempat saya bekerja tidak cocok dengan hati nurani saya, tuturnya. Rokok, bagi Ismail, adalah hal paling merugikan dalam kehidupan. Terutama dari sudut pandang imannya.

Ismail memang religius. Sejak kecil, orang tua saya selalu menekankan nilai-nilai Islam yang kuat kepada saya, paparnya. Ajaran itu terus terbawa hingga sekarang. Karena itu, Ismail selalu berusaha ikut pengajian di mana pun. Untuk menambah ilmu, tuturnya.

Hampir semua pengajian di Surabaya dan Sidoarjo pernah dia datangi. Bahkan, dia selalu menyempatkan ikut kuliah subuh di TVRI. Tapi, dia mengaku tak ikut sebuah organisasi keagamaan apa pun. Saya tak ikut PKS atau apa pun. Saya lebih suka begini saja, katanya.

Dalam Islam, rokok dianggap makruh (sesuatu yang sebaiknya ditinggalkan). Bahkan, sebagian ulama menilai haram. Itu yang memengaruhi pemikiran saya, katanya.

Apalagi, ikhwan-ikhwan (saudara) sepengajian sering mengingatkan dia. Juga mengirim e-mail berisi tulisan dan gambar tentang akibat merokok. Ngeri, ngeri, kalau melihat gambarnya. Paru-paru yang hitam membusuk, orang yang kondisinya sekarat, wahh... pokoknya mengerikan, tuturnya.

Satu pemikiran mulai menusuk dirinya. Masak sih saya memberi makan anak dan istri dengan uang yang dihasilkan dari industri yang merusak masyarakat, katanya lalu buru-buru menambahkan bahwa itu pendapatnya pribadi.

Sejak itu, kinerja Ismail melorot drastis. Manajemen perusahaan melihat perubahan tersebut. Manajemen yang bijak mengajak Ismail berbicara dari hati ke hati. Karena memang sudah bimbang, Ismail memutuskan mundur dari perusahaan pada Juni 2007. Saya akan merugikan perusahaan bila tidak bisa kerja maksimal. Karena situasinya seperti itu, saya pikir inilah titik untuk hijrah. Saya keluar secara baik-baik, urainya.

Atas jasa-jasanya selama 16 tahun bekerja, perusahaan memberi pesangon Rp 400 juta. Selepas dari perusahaan, Ismail melakukan apa saja yang halal untuk menyambung hidup. Di antaranya, menjadi sales parfum tiruan. Saya menemukan dunia yang asyik. Ternyata, saya juga punya potensi di bidang marketing, katanya dengan mata berbinar.

Untuk menambah penghasilan, Ismail berjualan es tebu. Saya bertemu pemilik Mr Tebu dan saya membeli franchise-nya seharga Rp 10 juta. Itu sudah dapat rombong dan peralatannya, tuturnya. Dia menggenjot sendiri rombong tersebut.

Perubahan hidup itu membuat Sri Lestari -istri yang kini telah berpisah- kaget. Kata-kata seperti terus kerjo opo, Pa? sering kali terucap. Ketika Ismail memutuskan menggenjot sendiri rombong es tebunya, Sri nyaris tak percaya. Sing bener ae, Pa? ujar Sri sebagaimana ditirukan Ismail.

Namun, Ismail bergeming. Melihat keteguhan hati suaminya, Sri bisa memahami. Apalagi, tetap harus ada penghasilan kan, katanya. Ismail tak bersedia mengungkapkan alasan pisah dari istrinya.

Selain parfum dan es tebu, Ismail mencoba jual beli apa saja. Mulai seprai hingga mobil. Namun, hanya eceran. Maklum, dana terbatas dan penghasilan harus ditingkatkan, ungkapnya.

Dari berjualan parfum, Ismail hanya mendapatkan rata-rata Rp 600 ribu per bulan, sedangkan dari es tebu dapat Rp 700 ribu-Rp 800 ribu. Tapi, saya bangga dengan pilihan ini. Meski hanya jadi tukang es tebu dan sales parfum, saya jauh lebih berbahagia daripada saat masih kerja di industri rokok, tegasnya.

sumber