Tampilkan postingan dengan label akan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akan. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Februari 2014

Jepang Akan Bangun Kereta Super Cepat di Indonesia

Kereta Super Cepat di Indonesia
Menteri Perhubungan (Menhub) Evert Erenst Mangindaan mengatakan, Jepang tertarik membangun jembatan layang dan sistem kereta api super cepat di atas jalur ganda pantai utara Pulau Jawa. "Selain itu, Jepang juga tertarik membangun rute Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya," kata Menhub di Jakarta, Senin (16/9).

Menurut Menhub, Indonesia dan Jepang telah membahas dan mengkaji bersama mengenai dua rute tersebut. Jepang saat ini memiliki teknologi kereta super yang kecepatannya hingga sekitar 300 kilometer per jam.

Menhub mengungkapkan, rencana untuk membangun rute kereta super cepat tersebut akan dilaksanakan setelah selesai pembangunan jalur ganda kereta di lintasan pantai utara Jawa. Pihak Jepang juga tertarik untuk membangun jalur layang untuk kereta super cepat di atas jalur ganda tersebut.

Ia memperkirakan bahwa pembangunan rel kereta jalur ganda antara Jakarta dan Surabaya dapat diselesaikan pada akhir tahun 2013. Evert memaparkan, kelak bila telah ada baik jalur layang dan jalur ganda, maka pengangkutan peti kemas akan menggunakan jalur ganda.

Sedangkan untuk perjalanan kereta super cepat diperkirakan akan dilakukan melalui jalur layang, baik yang rute Jakarta-Surabaya atau sebaliknya, maupun rute Jakarta-Bandung atau sebaliknya. Menhub belum mengemukakan besaran investasi itu, kecuali menjalsakan bahwa agar tidak memberatkan maka akan diajukan sejumlah opsi seperti memperpanjang masa konsesi pengelolaan rute kereta super cepat tersebut.

"Ini agar tarif tiket yang dibebankan tidak terlalu tinggi," katanya. Selain itu, ujar dia, bila telah dioperasikan maka diperkirakan waktu tempuh antara Jakarta dan Surabaya hanya sekitar 2,5 jam dengan kereta super cepat.

Kamis, 30 Januari 2014

PR akan kemuka semula pendaftaran kepada ROS

Datuk Saifuddin Nasution Ismail
  • Datuk Saifuddin Nasution Ismail
PETALING JAYA - PR akan mengemukakan semula permohonan perdaftaran gabungan itu kepada Jabatan Pendaftaran Pertubuhan Malaysia (ROS).

Setiausaha Agung PKR, Datuk Saifuddin Nasution berkata, PR akan membuat permohonan tersebut selepas ROS mengumumkan bahawa tidak dapat memproses permohonan PR sebagai sebuah parti politik kerana parti itu tidak pernah menghantar laporan tahunan memaklumkan mengenai penukaran pucuk pimpinan sejak 2009.

"Semalam ROS memberi komen mengenai perihal ini.

"ROS sedang menunggu permohonan PR, jadi saya akan mengarahkan pegawai saya untuk membuat permohonan semula," katanya dalam sidang media di Ibu Pejabat PKR, hari ini.

Belia mengulas kenyataan Ketua Pengarah Pendaftar Pertubuhan (ROS), Datuk Abdul Rahman Osman kononnya PR tidak berusaha berbuat demikian.

“Mengapa Pengarah ROS boleh berkata begitu sedangkan permohonan lama belum ada keputusan,” katanya dalam sidang media hari ini.

Dalam pada itu, Saifuddin mengharapkan ROS menepati KPI setelah pendaftaran baru ini dikemukakan oleh perikatan itu.

“Mengikut KPI ROS, jabatan itu mesti memberi keputusan status pendaftaran sesuatu pertubuhan dalam tempoh 30 hari bermula dari tarikh mereka mengemukakan dokumen pendaftaran.

“Apa yang berlaku dalam masa 30 hari permohonan kami? Apakah PR ada menerima sebarang surat dari ROS mengenainya? PR harap ROS menepati KPInya kali ini,” sindirnya.

Sementara itu, Saifuddin turut mengecam tindakan ROS yang berat sebelah ekoran pendedahan tiga dari 49 pertubuhan kongsi gelap yang diumum Kementerian Dalam Negeri (KDN) 30 Ogos lalu, berdaftar dengan jabatan itu.

“Pertubuhan yang dianggap KDN sebagai merbahaya pun ROS boleh luluskan, apa lagi Pakatan yang tiada kongsi gelap, memang patut sangat permohonan kami diluluskan,” bidasnya.